News Penajam – Sejumlah sopir truk yang beroperasi di wilayah Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mengeluhkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di SPBU KM 9, Selasa (5/8/2025).

Antrean kendaraan, khususnya truk dan angkutan barang, mengular sejak pagi hari. Para sopir menyebut bahwa kelangkaan BBM jenis solar sudah terjadi beberapa hari terakhir, dan menghambat aktivitas distribusi barang ke berbagai wilayah di Kalimantan Timur, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga : Audiensi dengan Kemendikdasmen, Bupati harapkan penambahan sarana dan prasarana pendidikan
“Kami terpaksa antre berjam-jam, kadang pulang tanpa dapat solar. Jadwal pengiriman jadi berantakan,” ujar Wahyu, salah satu sopir truk asal PPU.
Dampak ke Logistik dan Perekonomian Lokal
Kelangkaan ini disebut berdampak luas, terutama pada sektor logistik dan konstruksi yang tengah menggeliat di wilayah PPU sebagai penyangga IKN. Beberapa proyek disebut tertunda karena keterlambatan pengiriman material akibat kendaraan operasional kekurangan BBM.
Tidak hanya solar, bensin subsidi juga dilaporkan sulit ditemukan pada jam-jam tertentu. Sejumlah warga mengaku harus berkeliling ke beberapa SPBU untuk mendapatkan pasokan.
Sekda PPU Minta Pertamina Turun Tangan
Menanggapi keluhan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar angkat bicara dan mendesak pihak Pertamina untuk segera turun tangan mengatasi persoalan kelangkaan BBM ini.
“Kami minta Pertamina segera mengevaluasi distribusi BBM di wilayah PPU, khususnya di SPBU KM 9 yang menjadi titik penting bagi mobilitas barang dan masyarakat,” ujar Tohar kepada media, Rabu (6/8/2025).
Tohar juga menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten PPU siap berkoordinasi dan memfasilitasi data kebutuhan BBM aktual di lapangan agar distribusi bisa disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat.
Evaluasi Distribusi dan Sistem Pengawasan
Pemkab PPU juga meminta adanya evaluasi terhadap sistem distribusi dan pengawasan penyaluran BBM subsidi. Untuk memastikan tidak terjadi penyelewengan atau penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berhak.
“Kami akan minta Dinas Perdagangan dan Satpol PP ikut turun memantau penyaluran BBM agar tepat sasaran,” tambahnya.
Dengan peran aktif pemerintah daerah dan dukungan dari Pertamina. Diharapkan kelangkaan BBM di SPBU KM 9 dan wilayah PPU lainnya bisa segera teratasi. Sehingga aktivitas logistik dan ekonomi masyarakat kembali normal.








