News Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus menggenjot pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hingga awal November 2025, progres pembangunan dan rehabilitasi RTLH di wilayah tersebut telah mencapai sekitar 70 persen dari total target 98 unit rumah.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) PPU, [nama pejabat terkait], menyampaikan bahwa sebagian besar rumah yang dibangun telah memasuki tahap penyelesaian akhir. “Dari 98 unit RTLH yang direncanakan tahun ini, sebanyak 68 unit sudah selesai dikerjakan. Sisanya masih dalam tahap finishing dan akan rampung sebelum akhir Desember,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).
Pembangunan Menyebar di Empat Kecamatan
Program RTLH tahun 2025 tersebar di empat kecamatan, yakni Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan hasil verifikasi lapangan terhadap warga berpenghasilan rendah yang masuk dalam daftar prioritas penerima bantuan.
“Pemerintah daerah berkomitmen memastikan bantuan rumah layak huni ini tepat sasaran. Kami bekerja sama dengan pemerintah desa, kelurahan, dan tokoh masyarakat untuk menghindari kesalahan data penerima,” jelasnya.
Selain memperbaiki rumah warga yang tidak layak huni, program ini juga bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan mendukung penataan kawasan padat penduduk.
Pendanaan Bersumber dari APBD dan Dana Pusat
Menurut Dinas Perkimtan PPU, pendanaan program RTLH tahun 2025 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang perumahan. Masing-masing unit rumah mendapatkan bantuan bervariasi, tergantung kondisi awal bangunan dan kebutuhan renovasi.
“Rata-rata bantuan yang disalurkan senilai Rp20 juta hingga Rp25 juta per unit, tergantung kerusakan dan kelayakan bangunan. Ada yang diperbaiki sebagian, ada pula yang dibangun ulang total,” kata pejabat tersebut.
Pemerintah juga melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan melalui sistem padat karya, agar kegiatan ini sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
Target Rampung Sebelum Akhir Tahun
Pemkab PPU menargetkan seluruh pembangunan RTLH rampung sebelum akhir Desember 2025. Saat ini, tim teknis terus memantau progres di lapangan untuk memastikan kualitas bangunan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Kami optimistis 100 persen RTLH akan selesai tepat waktu. Program ini sangat penting karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Kepala Dinas Perkimtan.
Bupati Penajam Paser Utara juga menekankan bahwa penyediaan rumah layak huni merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah dalam rangka menurunkan angka kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kualitas hidup warga.
Warga Sambut Baik Program Pemerintah
Masyarakat penerima manfaat menyambut positif bantuan RTLH ini. Salah satu warga di Kecamatan Babulu mengaku sangat terbantu karena rumah yang sebelumnya bocor dan rapuh kini sudah layak dihuni. “Terima kasih kepada pemerintah daerah. Sekarang rumah kami lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Dengan progres 70 persen dan target penyelesaian penuh hingga akhir 2025, program RTLH di Penajam Paser Utara diharapkan mampu menjadi contoh keberhasilan pembangunan sosial berbasis kebutuhan masyarakat.








