News Penajam — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan adanya tanda-tanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya potensi kebakaran akibat musim kemarau yang masih melanda sebagian wilayah Kalimantan Timur.

Respons Cepat Jadi Kunci Penanganan
Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara, Makmur Marbun, menegaskan bahwa pelaporan cepat dari masyarakat sangat penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian besar. Ia meminta agar masyarakat tidak ragu menghubungi aparat desa, BPBD, maupun petugas TNI-Polri jika melihat asap atau titik api di sekitar hutan dan lahan perkebunan.
Baca Juga : Pemkot Semarang ingatkan warga siaga banjir hingga Februari 2026
“Respons cepat adalah kunci utama. Begitu ada tanda-tanda kebakaran, laporkan segera agar petugas bisa bergerak secepat mungkin. Jangan menunggu sampai api membesar,” tegas Makmur di Penajam, Senin (28/10/2025).
Ia menambahkan, meskipun saat ini kondisi karhutla di wilayah PPU masih terkendali, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Pemerintah daerah telah mengaktifkan posko siaga karhutla di setiap kecamatan dan menyiagakan petugas gabungan untuk memantau titik-titik rawan.
Peran Masyarakat Diperlukan
Makmur menekankan bahwa upaya pencegahan tidak akan efektif tanpa partisipasi aktif dari masyarakat. Ia meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di wilayah yang dekat dengan kawasan hutan produksi dan lahan gambut.
“Kami mengajak masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan pertanian. Kebiasaan seperti itu berisiko tinggi memicu kebakaran besar, apalagi di musim kering seperti sekarang,” ujarnya.
Kepala BPBD Penajam Paser Utara, Syaiful Anwar, menambahkan bahwa pihaknya juga bekerja sama dengan perusahaan perkebunan dan kehutanan untuk memperkuat pengawasan dan kesiapan peralatan pemadam. “Kami sudah menempatkan personel siaga di titik-titik strategis dan memantau perkembangan cuaca setiap hari,” jelasnya.
Edukasi dan Pencegahan Terus Ditingkatkan
Selain pengawasan lapangan, Pemkab PPU juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui kepala desa, tokoh adat, dan kelompok tani. Sosialisasi tersebut menekankan pentingnya menjaga hutan sebagai sumber kehidupan dan mengedukasi warga tentang cara aman mengelola lahan tanpa membakar.
“Kita semua punya tanggung jawab bersama menjaga hutan dan lingkungan. Kalau masyarakat tanggap dan peduli, potensi karhutla bisa ditekan seminimal mungkin,” ujar Makmur.
Dengan kesiapsiagaan petugas dan dukungan masyarakat, pemerintah daerah optimistis dapat menekan risiko karhutla di wilayah Penajam Paser Utara dan menjaga keberlanjutan lingkungan di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.








