, ,

Pemkab Penajam Fokus Tekan Angka Stunting pada 2026

by -129 Views
telkomsel

News Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, menetapkan penanganan dan pencegahan stunting sebagai salah satu prioritas utama pada tahun 2026. Langkah ini diambil untuk menekan angka prevalensi kekerdilan anak yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, sebagaimana tercatat dalam hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan.

PPU Perkuat Penanganan Stunting 2026 Meski Anggaran Terpangkas - Kaltim Post
Pemkab Penajam Fokus Tekan Angka Stunting pada 2026

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Jansje Grace Makisurat, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memperkuat berbagai program strategis guna mempercepat penurunan angka stunting pada tahun mendatang. “Penanganan stunting tetap mendapat skala prioritas dari pemerintah kabupaten pada 2026,” ujarnya saat dimintai keterangan terkait hasil survei SSGI terkini.

Baca Juga : Penajam tumbuhkan generasi muda sehat-cerdas lewat CINTA


Upaya Penurunan Stunting Melalui Intervensi Terpadu

Menurut Jansje Grace, penanganan stunting pada 2026 akan dilakukan melalui pendekatan intervensi gizi spesifik dan sensitif yang melibatkan berbagai sektor. Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, hingga organisasi masyarakat digerakkan untuk memastikan program berjalan menyeluruh.

Intervensi gizi spesifik akan difokuskan pada ibu hamil, balita, dan remaja putri. Program seperti pemberian tablet tambah darah, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga penyediaan makanan tambahan bergizi akan terus ditingkatkan. Tenaga kesehatan di puskesmas dan posyandu juga akan diperkuat melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.

Sementara itu, intervensi sensitif mencakup penyediaan sanitasi layak, air bersih, edukasi pola asuh, peningkatan ketahanan pangan keluarga, serta pemberdayaan ekonomi rumah tangga agar mampu menyediakan konsumsi bergizi.


Evaluasi SSGI Jadi Dasar Perbaikan Kebijakan

Hasil SSGI Kemenkes dijadikan acuan untuk mengetahui wilayah mana yang masih memiliki prevalensi stunting tinggi. Data tersebut akan digunakan Pemkab PPU untuk memperbaiki strategi dan menentukan lokasi prioritas penanganan.

Menurut Jansje, capaian penurunan stunting beberapa tahun terakhir cukup baik, namun upaya percepatan masih perlu dilakukan agar angka prevalensi semakin menurun. Pemerintah daerah juga memastikan bahwa pencatatan dan pemantauan data tumbuh kembang anak dilakukan secara akurat agar intervensi lebih tepat sasaran.


Sinergi Lintas Sektor dan Keterlibatan Masyarakat Jadi Kunci

Pemkab Penajam menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menekan angka stunting. Kolaborasi antara perangkat desa, kader posyandu, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan program menyentuh masyarakat secara langsung.

Jansje juga mengajak para orang tua untuk lebih sadar akan pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang baik. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penurunan stunting tidak hanya tergantung pada program pemerintah, tetapi juga peran aktif keluarga dalam menjaga kesehatan anak.


Dengan prioritas besar yang diberikan pada tahun 2026, Pemkab Penajam berharap angka stunting terus menurun dan kualitas kesehatan generasi masa depan semakin meningkat. Pemerintah memastikan komitmen penuh dalam menciptakan anak-anak yang tumbuh sehat, cerdas, dan produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.