News Penajam – Harga Bahan Pangan di Kabupaten Penajam mengalami kenaikan signifikan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kenaikan ini muncul di sejumlah pasar tradisional dan pusat perbelanjaan. Masyarakat mulai merasakan lonjakan harga pada komoditas kebutuhan pokok yang sering dikonsumsi sehari-hari.

Pedagang di Pasar Penajam menjual beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam dengan harga lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya. Kenaikan paling terasa terjadi pada cabai, bawang merah, dan bawang putih. Para pedagang menyebut meningkatnya permintaan menjelang Nataru sebagai faktor utama pemicu kenaikan harga.
Baca Juga : Jelang Nataru, Harga Sejumlah Bahan Pokok di KBB Mulai Naik
Selain permintaan, jalur distribusi juga memengaruhi Harga Bahan Pangan di Penajam. Beberapa pedagang mengaku mengalami keterlambatan pasokan dari daerah pemasok. Kondisi cuaca dan tingginya biaya transportasi turut menekan ketersediaan barang di pasar. Situasi ini mendorong pedagang menyesuaikan harga jual untuk menutup biaya operasional.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait terus memantau perkembangan harga di lapangan. Petugas rutin melakukan pengecekan ke pasar guna memastikan ketersediaan stok tetap aman. Pemerintah juga berkoordinasi dengan distributor dan agen untuk menjaga kelancaran pasokan selama periode Nataru.
Untuk menekan lonjakan harga, pemerintah daerah menyiapkan langkah pengendalian. Dinas perdagangan merencanakan operasi pasar murah dan mendorong distribusi langsung dari produsen ke pedagang. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Masyarakat Penajam diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah berharap kerja sama semua pihak dapat menjaga stabilitas Harga Bahan Pangan hingga perayaan Nataru berakhir. Dengan pengawasan dan pengendalian yang konsisten, kebutuhan pokok masyarakat diharapkan tetap terpenuhi dengan harga terjangkau.








